Materialis meyakini ke-real-an materi, bahkan kekekalan materi, dan tak percaya adanya hal - hal yang immaterial. Sebaliknya rasionalis, dengan menerima prinsip-prinsip niscaya rasional seperti prinsip non-kontradiksi dan kausalitas, percaya adanya hal - hal yang immaterial. Di antara kedua kutub ini terdapat segolongan besar manusia yang selalu dalam keadaan ragu-ragu (syak) dan tidak pernah bisa yakin. Jelas tidak mungkin untuk meyakini hal - hal immaterial apa pun, apalagi Tuhan, jika seseorang masih terkadang terombang-ambing oleh gelombang materialisme.
Fixed Culture
semua ada saatnya untuk menjadi indah
Kamis, 25 Maret 2010
Prima Principia
Kemustahilan adanya kontradiksi dalam semua yang maujud. Ini adalah hakikat inti prima-principia, yang disebut dengan prinsip non-kontradiksi (qanun tanaqudh). Secara lebih terperinci prima - principia ini terdiri atas tiga prinsip; identitas (qanun dzatiyyah), non-kontradiksi (qanun tanaqudh) dan ketiadaan batas (qanun imtina`).
Makna Hawa
By: Prof. Dr. Achmad Mubarok MA
Dalam bahasa Arab, hawa adalah kecenderungan nafs kepada syahwat. Kata hawa dalam bahasa Arab juga mengandung arti turun dari atas ke bawah, tetapi lebih mengandung konotasi negatif, dan menurut al-Isfahani, penyebutan term hawa mengandung arti bahwa pemiliknya akan jatuh ke dalam keruwetan besar ketika hidup di dunia, dan di akhirat dimasukan ke dalam neraka Hawiyah.
Dalam bahasa Arab, hawa adalah kecenderungan nafs kepada syahwat. Kata hawa dalam bahasa Arab juga mengandung arti turun dari atas ke bawah, tetapi lebih mengandung konotasi negatif, dan menurut al-Isfahani, penyebutan term hawa mengandung arti bahwa pemiliknya akan jatuh ke dalam keruwetan besar ketika hidup di dunia, dan di akhirat dimasukan ke dalam neraka Hawiyah.
Langganan:
Komentar (Atom)


